Minggu, 13 Desember 2015

UAS: Feature Perjalanan Pulau Pari

Pulau Pari, Pesona Alam nan Eksotis

Pulau Pari namanya, pulau yang diapit oleh gugusan beberapa pulau indah yang menyegarkan mata di Kepulauan Seribu. Dinamakan pulau Pari ini sebab dahulu keindahan surga dunia yang berbentuk pulau tersebut banyak sekali ikan pari, karena itu disebutlah Pulau Pari.
Hal pertama yang dilakukan saat sampai di dermaga, Wefie!
Teriknya matahari yang sangat menyengat dan menyilaukan mata segera menyambut di dermaga, sesaat setelah perahu berhenti  bertarung dengan kencangnya ombak pada Sabtu pagi tanggal 7 November, dimana pelancong dan mahasiswa dari kampus ternama Jakarta Universitas Bunda Mulia datang berkunjung untuk menikmati keindahan wilayah daratan yang dikelilingi air asin tersebut.
Sesampainya disana kami langsung diarahkan untuk pergi ke pantai dimana hanya air yang bening dan pasir putih sejauh mata memandang, seketika perjalanan panjang yang melelahkan pun hilang dan digantikan oleh kegembiraan disertai canda tawa. Dahulu sebelum surga dunia berbentuk pulau itu terjamah oleh wisatawan lokal maupun asing, untuk mencapai pantai masyarakat harus melewati hutan diiringi jalan setapak. Alkisah sepasang kekasih yang sedang menikmati indahnya cinta, pergi untuk bermain disana namun ironisnya sang kekasih hilang dan tidak pernah kembali lagi sampai saat ini, karena itulah masyarakat lokal menamai pantai elok tersebut dengan nama Pantai Pasir Perawan atau kebih dikenal dengan Pantai Virgin. Di pantai tersebut kami juga diajak untuk memelihara pesona alam tersebut dengan menanamkan pohon bakau yang dipercaya dapat memberikan banyak keuntungan bagi pantai.
Foto kelas 1PIK3 sebelum penanaman mangrove

Saat malam datang kami diminta untuk datang ke Pantai Kresek yang berada tak jauh dari tempat kami bermalam, dengan memanfaatkan sepeda yang diberikan kami mengayuh sepeda sambil bercanda ria dan menikmati dinginnya angin pantai dimalam hari. Setelah mengayuh cukup lama akhirnya terlihat juga papan selamat datang di pantai kresek, sesampainya disana kami segera makan malam di pinggir pantai sambil ditemani oleh musik dan semilir angin di pantai. 
Tour Guide lokal, Bonte
Sedikit cerita tentang pantai kresek dari warga lokal yang dikenal dengan panggilan Bonte(25), yang sekaligus menjadi tour guide lokal disana selama 4 tahun sejak pulau Pari berkembang menjadi tempat wisata, dengan kacamata hitam yang menggantung di batang hidungnya ia menceritakan asal muasal nama pantai tersebut, pantai ini diberikan nama Pantai Kresek karena awalnya banyak pohon-pohon kresek dan bintang laut yang turut mempercantik pantai itu, namun sayangnya pohon-pohon tersebut sudah jarang terlihat lagi, diceritakan juga dahulu sebelum pulau yang berbentuk pari tersebut menjadi tempat wisata, banyak mayat-mayat yang terdampar di pantai kresek, dan oleh masyarakat lokal disemayamkan di tanah luas yang dikelilingi pohon-pohon dimana sampai sekarang masih ada jika anda datang ke pantai tersebut.
Dengan diangkatnya pulau Pari sebagai salah satu tempat wisata, masyarakat yang dibantu Kecamatan, Kelurahan, dan Bupati setempat menjadikan pantai pasir Perawan, pasir Kresek, dan yang terakhir pasir Bintang sebagai 3 icon utama di pulau Pari, banyak masyarakat yang beralih profesi dari nelayan menjadi wiraswasta seperti membuka rumah makan, menjual buah tangan ataupun tour guide lokal. Selain itu meskipun pemerintah belum memberikan bantuan dana, namun Pulau Pari mendapat uluran tangan dari pemerintah berupa pusat penelitian untuk rumput laut yang dimotori oleh lembaga pengetahuan Indonesia LIPI.
Foto di salah satu icon utama pulau Pari, Pantai Pasir Perawan
Supardi(40) salah satu masyarakat lokal yang pernah merasakan sokongan dari pemerintah, dimana pernah didirikan sebuah warung yang memproduksi serta menjual keripik sukun yang sekarang sudah berubah menjadi rumah makan kecil yang sederhana tepat didepan istananya.
“Didarat lebih menyenangkan ketimbang bekerja di pulau, karena harus nunggu 3 bulan untuk berjumpa dengan keluarga.”  Ucapnya sambil mengenang masa-masa kejayaannya dulu. Bapak Supardi beralih pekerjaan dari nelayan budi daya ikan menjadi wiraswasta sejak 2010 dimana saat itu Pulau Pari resmi dijadikan tempat wisata. Bapak yang sudah mengabdikan 6 tahun hidupnya untuk berlayar mencari nafkah juga mengatakan, semoga pulau-pulau di Kepulauan Seribu semakin berkembang, banyak dicintai dan semakin dinikmati oleh wisatawan.
Ketua RW 04, Bapak Nurhayat
Harapan yang sama juga dilontarkan oleh orang yang cukup sibuk dan disegani di Pulau Pari, dengan pakaian yang sederhana Bapak Nurhayat (50) yang diberi kepercayaan oleh masyarakat sebagai ketua RW 04 Kelurahan Pulau Pari merelakan waktunya menemui kami di Pantai Kresek, tak lama sesudah fajar menyingsing untuk berbincang-bincang mengenai harapan Pulau Pari kedepannya, meskipun sangat terlihat jelas kerut-kerut kecil di wajahnya namun ia masih tetap semangat dan masih banyak mimpi-mimpi yang harus diwujudkan. Ia mengatakan di pulau indah tersebut akan didirikan resort yang akan diresmikan pada tahun 2016, seperti yang diketahui hal itu bertujuan untuk menarik wisatawan dan supaya tidak kalah dengan pulau lainnya. Ia juga mengatakan agar semakin banyak pelancong yang datang untuk menikmati keindahan pulau Pari dan bantuan dari pemerintah untuk terus mempromosikan serta sama-sama ikut melestarikan kebudayaan alam tersebut dan menjadi insan yang setia menjaga alamnya sendiri.
Selain mewawancarai masyarakat lokal di pulau Pari, kami dari kelas 1 PIK3 juga meminta pendapat mengenai pulau pari dengan dosen dari Hospitality Pariwisata Bapak Weli dan Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Pariwisata Nusantara yaitu Bapak Tazbir Abdullah S.H yang berbaik hati memberikan waktu nya untuk diwawancarai oleh kami.
Menurut Bapak Weli, pulau Pari mempunyai potensi yang cukup besar namun pengelolaannya harus dikembangkan lagi seperti tempat tinggalnya, fasilitas, sarana dan prasarana, serta promosi yang lebih gencar untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai pulau Pari itu sendiri. Beliau juga mengatakan kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan pengelolaan sangat berdampak apakah pulau Pari akan maju atau malah tertinggal dengan tempat wisata lainnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Bapak Tazbir, mempunyai jarak yang dekat dengan Ibu Kota membuat pulau Pari mempunyai potensi untuk berkembang dan unggul dari pulau-pulau lainnya. Ia juga mengatakan akan berbicara dengan PEMDA setempat untuk mengetahui pengembangan seperti apa yang diinginkan dan bekerja sama dengan semua pihak seperti travel agent, pemerintah maupun masyarakat setempat.
Dengan mengkondisikan masyarakat disana, memberikan pelayanan yang baik dan kenyamanan maupun fasilitas merupakan hal terpenting, karena dengan begitu wisatawan lokal maupun asing tidak kapok dan mempunyai kesan yang baik saat di pulau Pari. Sebagai penutup Bapak Tazbir memberikan satu katu untuk pulau Pari, “Pulau Pari Wonderful!” ujarnya.
Terima kasih Bapak Tazbir :D

8 komentar:

  1. Infonya cukup membantu saya untuk memilih liburan ke pulau mana yang akan saya tuju. Mungkin pulau pari ini akan jd tujuan saya untuk liburan kali ini.. mksh untuk info dan sejarah kota pari yang sudah di rangkum d blog anda.. keep doing this job ya..

    BalasHapus
  2. Gaya penulisan artikel sangat keren!! Pemilihan diksi sudah tepat dan sangat informatif dan dapat mengajak pembaca merasakan apa yang anda tulis, terus berkarya, well done, cool!

    BalasHapus
  3. Artikel yang keren! Mempunyai arti yang bagus! Keep it up cindy!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimah kasih ibu ruth. Salam sukses yes. Semangat😂😂

      Hapus
  4. awesome!!! Bagus banget artikelnya, foto-fotonya juga bagus bisa melengkapi artikel ini�� good job!

    BalasHapus